Daging Has Luar (Sirloin) | Daging Has Dalam (Tenderloin) | Top Loin / Striploin | Sandung Lamur (Brisket) | Sengkel (Beef Shank) | T-Bone | Porterhouse | Iga (Ribs) | Short Ribs | Saikoro | Samcan (Flank) | Samcan Depan (Short Plate) | Buntut (Oxtail) | Lidah Sapi | Tetelan (Pink Slime) |
Pink Slime atau dalam bahasa Indonesia sering disebut
Tetelan adalah produk olahan daging sapi yang cukup kontroversial. Istilah ini merujuk pada daging sapi giling yang berasal dari potongan daging yang kurang diinginkan seperti lemak, urat, dan jaringan ikat.
Proses pembuatan pink slime:
Pengumpulan
Potongan daging yang tidak digunakan untuk steak atau daging panggang dikumpulkan.
Pengolahan
Potongan-potongan ini kemudian dipisahkan dari tulang dan lemak yang berlebihan.
Sterilisasi
Daging yang telah dipisahkan lalu disterilkan dengan menggunakan uap atau amonia untuk membunuh bakteri.
Pencampuran
Daging yang sudah steril kemudian dicincang halus dan dicampurkan dengan daging sapi giling biasa untuk meningkatkan volume dan menurunkan biaya produksi.
Mengapa Pink Slime Kontroversial ?
Kualitas
Banyak orang menganggap pink slime sebagai produk berkualitas rendah karena terbuat dari potongan daging yang kurang diinginkan.
Proses Sterilisasi
Penggunaan amonia dalam proses sterilisasi juga menjadi perhatian karena dianggap dapat mempengaruhi rasa dan keamanan pangan.
Transparansi
Banyak konsumen merasa tidak diberitahu tentang adanya penambahan pink slime dalam produk daging yang mereka beli.
Mengapa Pink Slime Ditambahkan ke Daging Sapi Giling ?
Harga
Pink slime membuat harga daging sapi giling menjadi lebih murah.
Ketersediaan
Dengan menggunakan pink slime, produsen dapat memanfaatkan semua bagian dari daging sapi sehingga mengurangi limbah.
Dampak Konsumsi Pink Slime
Kesehatan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pink slime dalam jumlah yang wajar tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa penggunaan amonia dalam proses sterilisasi dapat meninggalkan residu yang berpotensi berbahaya.
Tekstur dan Rasa
Penambahan pink slime dapat mengubah tekstur dan rasa daging sapi giling. Beberapa orang merasa bahwa daging menjadi lebih lembek dan kurang beraroma.
Aturan Penggunaan Pink Slime
Peraturan
Di banyak negara, termasuk Amerika Serikat, penggunaan pink slime dalam produk daging diatur oleh badan pengawas makanan.
Label
Produsen diharuskan mencantumkan informasi tentang penggunaan pink slime pada label produk.
Pink slime adalah topik yang masih diperdebatkan. Meskipun dianggap sebagai produk berkualitas rendah oleh sebagian orang, namun dari segi keamanan pangan, pink slime yang diproduksi sesuai dengan standar yang berlaku umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi.